Tampilkan postingan dengan label Travel Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel Blogging. Tampilkan semua postingan

Orang-Orang Melayu Pertama: Perjalanan Seminggu di Pulau Bakung, Kepulauan Riau (Part-1)

  • 0
Rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Batam secara langsung hanya dilayani satu maskapai yaitu Lion Air. Selebihnya memaksa kita untuk mengambil rute transit. Siang itu, selang dua hari setelah telpon masuk dari Ibu Nafi'atul Umami, saya benar-benar berangkat menuju Batam. Batam bukanlah tujuan utama dalam perjalanan kali ini. Saya masih harus menempuh perjalanan laut menggunakan Kapal Feri menuju Kabupaten Lingga. Hanya itu yang ada dalam framing berfikir saya sampai kemudian saya menyadari perjalanan saya tak sesederhana yang saya bayangkan.

Sesaat setelah pesawat saya landing di bandara Hang Nadim Batam, saya belum merasakan atmosfer yang berbeda dan cukup menganggumkan. Tempat kedatangan Hang Nadim tak ubahnya seperti Adi Sucipto yang ketika kita masuk akan merasakan penat dan sesak dengan keterbatasan jarak pandang akibat penuhnya ruangan yang tidak mampu dengan nyaman menampung kapasitas orang.

Koper dan semua perlengkapan tim sudah lengkap di tangan kami. Selanjutnya, setelah keluar, saya mendapati bahwa ini bukan lingkungan yang biasa saya kenal. Logat melayu sangat kental terdengar dari orang-orang yang menunggu rekannya di pintu keluar. Kedua. Hang Nadim ternyata tidak sesederhana bayangan saya. Dan detik-detik setelahnya saya sudah dapati diri saya mencoba dengan keras menutupi efek dari terpacu derasnya serotonin, endorfin, dopamin, dan oksitosin dalam diri saya.

Bandara Internasional Hang Nadim Batam





Di sela-sela Ekspedisi Nusantara Jaya: Elok Karimunjawa

  • 0
Kemujan.

Kemujan selalu menawarkan saat tenggelam matahari dengan eloknya.

Bagi orang-orang kemujan, senja adalah waktu untuk bersiap. Menggulung celana, menaiki kapal, dengan teriring doa untuk tangkapan besar hari itu.

Ini musim barat, waktu dimana nelayan mengembangkan layarnya untuk pergi melaut. Berangkat sore pulang esok harinya, tak jarang pulang setelah lewat tiga sampai satu minggu kemudian.

Ketika datang musim timur, melaut hanya untuk orang-orang dengan kenekatan diluar batas semestinya. Berkacak pinggang pada samudra. Memberi pemakluman pada badai.

Entah mengapa ada harap yang menggebu untuk saya ingin berbagi cerita tentang Kemujan. Tentang apapun didalamnya. Merunutnya dari hal paling remeh hingga hal-hal yang sangat asing dan baru bagi saya. Semoga harap itu tidak menguap!

Dalam kesempatan,
Ekspedisi Nusantara Jaya 2016 - Kemenkoan Kemaritiman RI
Kemujan - Karimunjawa
Bersama Tim
Tenggelam matahari di Tanjung Gelam

Bunge jabe


Bawah air Pulau Cilik, Karimun Jawa

Senja di Kemujan




 Video kegiatan by: tentrasatya


AddThis Smart Layers

Back to Top