Tampilkan postingan dengan label Langkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langkah. Tampilkan semua postingan

Istirahat saja dulu sudah

  • 0

Tubuh saya menggigil tempo hari lalu. Hal itu berulang terus menerus pada jam yang sama setiap 12 jam sekali.

Saya divonis malaria.

Ini hari ke delapan belas sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di tanah papua. Konon, daya tahan seseorang terhadap malaria akan bisa terlihat di tiga minggu awal. Apabila demam disertai beberapa gejala klinis lain, maka dapat dipastikan parasit plasmodium sudah ikut mengalir dalam darah. Berkembang biak di hati dan menginfeksi sel darah merah setelah sebelumnya terkena gigitan nyamuk betina/anopheles.

Ada dua jenis malaria mematikan di daerah tempat saya tinggal di Papua. Malaria Tropicana dan Malaria Tersiana. Keduanya sangat berbeda, termasuk dalam hal bagaimana tubuh meresponnya dalam bentuk gejala klinis yang timbul.

Saya tidak menyangka karena pada akhirnya  saya akan tumbang pada Malaria Tersiana plus 1.

Hari saya disini masihlah panjang, bukan untuk apa, hanya untuk saya sekadar bisa pulang menengok keadaan bapak yang kabarnya dirawat di rumah sakit persis pada hari yang sama saya divonis malaria.

Back to reality!

  • 0
Sama-sama sedang menjalani perjalanan pulang. Hanya Negara dan stasiun keberangkatan kami berbeda.
Selalu ada hal yang mengikuti di setiap keputusan dan pilihan yang diambil.
Sampai jumpa kembali di Jogja. let's back to reality~
Stasiun Malang Kota Baru

Official Letter of Acceptance ASEAN Youth Summit 2015

  • 0
"Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban -
Nikmat tuhanmu yang mana engkau dustakan"
Alhamdulillah, baru semalem akhirnya nerima Official Letter of Acceptance. Usaha dan doamu tak akan pernah menghianatimu. Allah SWT selalu ngasih jalan kalo ada usaha sama doa. Semoga berkah dan ada manfaatnya :")
Terimakasih buat temen-temen yang dari kemaren selalu ngendorse :")


Catatan 2 - Bengkulu: Mahasiswa Fakultas Peternakan Raih Juara Umum dalam Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia 2013

  • 0
Ki-Ka: Tarmidzi, Saya, Ajat, Muhsin, Prof. Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan UGM), Satyaguna, Trikartika, Surya, Hafiz
Sekretariat Fakultas Peternakan UGM - Mahasiswa Fakultas Peternakan kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa Fakultas Peternakan meraih juara umum dalam Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan 2013 yang berlangsung pada 7-12 November 2013 di Universitas Bengkulu dengan tema “Strategi dan Kebijakan Alternatif Swasembada Sapi Indonesia”.
Dalam ajang tersebut, ada tiga kategori yang dilombakan yaitu Presentasi Policy Paper Nasional, Debat Peternakan Nasional, dan Mahasiswa Berprestasi Nasional. Tim Fakultas Peternakan berhasil meraih juara I dalam semua kategori tersebut. Juara I Presentasi Policy Paper Nasional diraih oleh Ajat Santosa (angkatan 2011), Juara I Debat Peternakan Nasional diraih Tri Kartika Sari, dkk, dan Juara I kategori Mahasiswa Berprestasi Nasional diraih oleh Muhsin Al Anas (angkatan 2010).
Dalam temu ilmiah yang diselenggarakan setiap 2 tahun tersebut, tim Fakultas Peternakan bersaing melawan 16 universitas dari seluruh Indonesia diantaranya Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Jenderal Soedirman, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Sriwijaya, dll.
Kesuksesan yang diraih oleh tim Fakultas Peternakan tersebut tidak terlepas dari program yang kini tengah dirintis oleh Fakultas yaitu membentuk kelompok mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi berorganisasi dan berprestasi. Kelompok mahasiswa tersebut tergabung dalam program AB-3 yang ditargetkan akan menjadi mahasiswa dan lulusan yang dapat diAndalkan dan diBanggakan. Selain itu, mereka juga ditanamkan spirit B-3 yaitu Be better, Be the leader dan Be the winner.

Kontingen Bersama Bapak Budi Guntoro (Wakil Dekan I Fakultas Peternakan UGM)

Bersama Kontingen

Bogor - Mandiri Leadership Camp Batch II

  • 0

Bersama Orang-Orang Hebat
Suatu ketika ada seekor kodok yang dimasukkan kedalam panci bersisi air bersih. Panci kemudian dipanasi, sehingga sedekit demi sedikit suhu airpun menjadi naik. Karena kodok dilengkapi mekanisme suhu tubuhnya dapat menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan, kodokpun tidak merasakan adanya perubahan. Pada akhirnya,  kodok itupun mati tanpa reaksi apapun saat air sudah mendidih. Ibarat kita, fenomena kodok rebus ini merupakan metafora bagi setiap orang yang tidak mau keluar melihat atau belajar dari lingkungan diluar mereka biasa hidup. Semakin banyak bertemu orang maka akan semakin banyak pula saya belajar.
Mari keluar dan mari belajar :)

Tidak bisa 99 orang berfikir semua, harus ada yang bergerak, harus ada yang bertindak
           
Ini Zona Merah Terakhir Saya

Catatan 1 - Bengkulu: Belajar Mengenal Negeri Ini Seutuhnya

  • 0

                Hari ini selang empat hari kepergian saya dari Kota Bengkulu. Kota yang menyisakan kenangan karena untuk kali pertama saya menginjakkan kaki di tanah Sumatra. Tanah dimana orang melayu tumbuh sesak memadati setiap bagiannya atau sekadar berjumpa dengan orang-orang  keturunan tionghoa dengan perawakan  tubuh pendek, mata sipit, dan kulit agak kekuningan. Menyeduh kopi, bercengkrama, dan bermain dengan permainan sejenis gaplek seperti kebanyakan orang jawa mainkan di warung kopi.
                Bengkulu adalah kota dimana Sukarno pernah diasingkan dan berjumpa untuk pertama kali dengan dengan ibu Fatmawati. Sosok gadis yang menjadi bagian hidup dari pemimpin pertama Republik ini. Mungkin ide Indonesia saat ini tidak lepas dari ibu Fatmawati. Nama itu kini diabadikan sebagai sebuah bandara oleh orang sana dan menjadi bagian dari wajah kota ini, bahkan bagian kecil dari tanah sumatra yang saya lihat pertama kali.
                 Jum’at itu untuk kali pertama saya dapat melihat hamparan hijau bumi republik ini dari ketinggian. Melihat horizon sejauh mata sanggup memandang. Menyeduh setiap bagian dari Bumi Pertiwi ibarat sebuah pelajaran geografi yang sesaat itu juga disuguhkan dengan visualisasi nyata nan syahdu. Ingin rasa melihat republik ini selalu dari ketinggian. Mengabaikan hiruk pikuk masalah negara ini yang selalu disuguhkan dilayar kaca setiap saatnya. Mengesampingkan masalah-masalah etnis dan agama yang selalu dimunculkan di permukaan meskipun pembahasan ini sudah final sejak Pancasila menjadi dasar Negara ini.
                Saya masih teringat ketika pada sabtu saya berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya yang entah kenapa saya baru menyadari bahwa seluruh orang diruangan itu menyanyikan lagu dengan nada, lirik, dan ritme yang sama. Bahkan saya baru bisa merasakan bahwa akhirnya saya berada di Indonesia. Indonesia yang bukan hanya sebatas Jakarta-Banyuwangi, atau Sunda-Jawa-Madura, namun Indonesia seutuhya. Hari itu saya menyadari bahwa Indonesia ini bukan sekadar wadah, simbol, ataupun formalitas sebuah negara. Namun Indonesia adalah sebuah kata yang setiap orang di Republik ini berhak memaknai atau mendefinisikan Indonesianya dengan koridor ke-Bhinekaan.
                Minggu lalu Bengkulu telah memberikan banyak hal kepada saya. Saya selalu asyik ketika berbicara mengenai Bangsa, Republik, atau Negara bak sebuah kosa kata yang mudah diucap. Hal yang berbeda adalah ketika apa yang saya ucap hanya berdasar apa yang saya baca lewat buku-buku tebal yang berjajar menghiasi rak buku di kamar saya. Saya ingin belajar mengenai Negeri ini seutuhnya, bukan hanya lewat alunan lembut deretan tulisan. Harap yang selalu terus membumbung di ubun-ubun adalah ketika saya bisa mengenal Negeri ini seutuhnya.
                Ini bukan cerita mengenai apa yang saya lakukan dan dapatkan disana. Ini adalah cerita dimana saya mulai perlahan-lahan belajar memandang Republik ini secara komperhensif, secara utuh. Bukan semata-mata hanya melihat secara parsial, melakukan sampling dan menjustifikasi diri saya bahwa saya sudah mengenal Negeri ini.

Kesempatan Menjadi Bagian dari Penerima Beasiswa Karya Salemba Empat

  • 0
Alhamdulillah Allah SWT telah mengijinkan saya untuk menjadi bagian dari penerima beasiswa [Karya Salemba Empat], dan ini adalah kado terbaik yang diberikan-Nya di awal semster ini. Semoga beasiswa ini
menjadi barokah untuk setiap nominal yang saya keluarkannya.

Saya juga ingin sedikit berbagi tulisan saya yang sempat dijadikan prasyarat untuk pengajuan beasiswa ini. Semoga ini bisa mewakili semua pertanyaan kenapa saya harus mengajukan beasiswa ini.

Selamat malam dan mari kita tenun asa untuk masa depan kita dan bangsa ini, karena cerita dan sejarah ini belum berakhir!
 
Ini Jalan Saya untuk Sekadar Memperjuangkan Asa untuk Bangsa Ini
Oleh: Muhamad Yuda Pradana
Banyak yang bilang bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami serangan penyakit. Ibarat manusia, Indonesia mungkin sedang mengalami sejenis penyakit kanker atau jantung yang terkenal mematikan. Semakin lama semakin mengganas. Mungkin akibat dari penyakit yang diderita sudah terlanjur kronis, bahkan hanya untuk sekedar membuka mulut menunjukkan taringnya pun bangsa ini tidak mampu. Dampaknya, bangsa ini terkesan lamban untuk bergerak, dan sulit untuk menjadi bangsa yang mandiri. Namun setiap penyakit selalu ada obat dan jalan keluarnya, bagaimanapun juga optimisme harus selalu dibangun mengingat semua potensi yang dimiliki bangsa ini belum dikelola secara optimal. Optimisme tidak harus realistis, hanya perlu distimulus setiap saat untuk membangkitkan gairah dan harapan bagi bangsa ini agar menjadi lebih baik.
Sektor pangan adalah bagian paling kompleks bangsa ini jika dilihat dari aspek masalah dan peluang dalam sumbangsihnya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini. Karena bangsa ini dihadapkan dengan sekitar 240 juta penduduk yang menuntut untuk terpenuhi kebutuhan pangan tiap harinya. Pemenuhan akan kebutuhan pangan menjadi aspek yang selalu menjadi sorotan dalam setiap rencana pembangunan pemerintah. Ketahanan pangan, istilahnya seperti itu. Peternakan adalah subsektor pertanian yang memegang peran penting dalam pengembangan ketahanan pangan bagi bangsa ini. Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, dapat dikembangkan peternakan dengan sistem integerated farming dengan sektor pertanian.
Berangkat dari isu pangan tersebut saya ingin mencoba membawa sebuah asa untuk bangsa ini. Sebuah asa guna mencoba sedikit demi sedikit mengobati bagian-bagian tubuh bangsa ini yang mengalami luka. Dengan semangat untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang peternakan, Fakultas Peternakan UGM adalah pilihan dan sebuah langkah awal saya untuk membangun optimisme bagi bangsa ini. Membangun bangsa dari sektor pangan. Klise memang harapan yang saya tuturkan, tapi itulah harapan. Harapan yang coba saya wujudkan lewat almamater ini dengan segenap potensi yang dimiliki bangsa ini.
Bercerita mengenai keluarga saya, sebenarnya latar belakang keluarga saya tergolong keluarga yang mampu dari segi ekonomi untuk sekadar menghidupi dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari kami. Bahkan dengan tambahan beban tanggungan keluarga adik dari ibu yang harus ikut “numpang” akibat sudah tidak adanya tulang punggung keluarganya pun keluarga saya seakan tidak merisaukannya, mungkin karena memang bukan dianggap sebagai beban. Puncaknya sampai-sampai dengan biaya uang pangkal tertinggi untuk masuk perguruan tinggi yang harus saya bayarpun kami akhirnya tawadhu tanpa sedikitpun penolakan. Walaupun hal tersebut terjadi akibat kesalahan saya pada saat input data penghasilan orang tua saya. Kondisi seperti itulah yang membuat istilah beasiswa begitu tabu untuk kami, tabu karena istilah tersebut terkadang erat kaitannya dengan masalah ekonomi. Sehingga tidak pernah terbersit asa sedikitpun untuk sekadar apply beasiswa. Bukan dengan dasar kesombongan namun lebih mengenai menghargai hak orang lain yang lebih membutuhkan. Itu prinsip yang selalu coba keluarga kami usung.

Transkrip Pidato Wisuda Angkatan ke-20 MAN 3 Malang

  • 0
Malang, 23 Juni 2012

Tulisan dibawah ini merupakan transkrip pidato saya dalam rangka mewakili wisudawan/wisudawati pada acara wisuda dan pelepasan siswa-siswi angkatan ke-20 MAN 3 Malang sekaligus Launching GEMMA SEMI (Gerakan Mewujudkan MAN 3 Malang Sebagai Etalase Madrasah Indonesia).

Malang, 23 Juni 2012 




Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Pembukaan dan Muqodimah

Sebuah kebanggan ketika saya bisa berdiri disini, berdiri dihadapan para wisudawan, berdiri dihadapan bapak/ibu wali murid kelas 12 yang kalau saya boleh cermati terlihat dari raut wajah beliau-beliau ini terdapat rasa bangga ketika melihat putra-putrinya memakai setelan jas lengkap memakai kebaya dengan anggun dan yang pasti bangga melihat putra-putrinya pada hari ini menjadi seorang wisudawan, juga sebuah kebanggan bagi saya bisa berdiri dihadapan bapak/ibu guru, orang-orang yang kalau boleh saya sebut, adalah orang-orang yang memiliki daya ikhlas tinggi dan hati yang mulia yang telah mendidik dan mengajarkan banyak hal kepada kami selama tiga tahun ini.

Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini. Dan hal yang terpenting dengan berdirinya kami disini, adalah kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kami mewakili teman-teman kelas 12, yang mungkin tidak akan cukup menggantikan segala hal yang bapak/ibu guru lakukan/korbankan selama tiga tahun ini untuk mendidik kami.

Mungkin kalau saya boleh berpendapat tentang jasa seorang guru, bolehlah Indonesia saat ini berterima kasih kepada para pengusaha kaya, wirausahawan, atas jasa mereka, perekonomian bangsa dapat meningkat, kepada para atlit  yang mengharumkan nama bangsa, dsb, tapi Indonesia tidak boleh lupa bahwa bahwa kita memiliki bapak/ibu guru yang jika tanpa mereka indonesia tidak akan menjadi bangsa yang ber-adab, bangsa yang bermoral, bangsa yang berilmu, dan ini lebih penting daripada menjadi bangsa yang kaya dari segi materi.

Berikutnya adalah Ucapan maaf dengan segala kerendahan hati kami, ingin kami sampaikan mewakili teman-teman, yang selama tiga tahun kemaren mungkin terdapat banyak kesalahan, yang selama tiga tahun kemarin sering menyusahkan bapak/ibu, yang selama tiga tahun menambah beban hidup bapak/ibu guru, namun harapan kami adalah semoga semua hal yang bapak/ibu guru korbankan dan lakukan akan menjadi sebuah hal yang oleh ALLAH SWT dinilai sebagai amal ibadah yang memudahkan jalan surga untuk bapak/ibu guru.

Selamat siang untuk teman-teman wisudawan-wisudawati.

Tidak ada kebersamaan yang abadi dan itu adalah hal yang alami, seperti halnya air yang mengalir dari atas kebawah, perpisahan seperti halnya anak panah yang melesat dari busurnya, anak panah itu akan berlari menuju sasaran, dan busurpun siap menjadi pelontar bagi yang lain, itulah sebuah proses, proses yang dilakukan secara terus menerus oleh madrasah ini. Mencetak, mencetak, dan mencetak anak-anak bangsa yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Akankah kita disini bisa menjadi busur yang tepat sasaran seperti yang diharapkan madrasah ini, itulah yang menjadi tanggung jawab kita setelah ini.

Kontribusi Untuk Teman-Teman Yang Dianggap Termarginalkan

  • 0


(disampaikan sebagai salah satu syarat untuk pengajuan sebagai volunteer dalam gerakan Anak Langit Foundation Yogyakarta 2013)

Ada banyak jalan ketika kita ingin berkontribusi memberi manfaat untuk orang lain. Beragam carapun bisa dilakukan jika kita ingin berkontribusi, akan tetapi tetap dalam koridor bernilai luhur. Tidak asal melakukan akan tetapi juga dengan pertimbangan yang matang. Berada dimanapun, diposisi apapun, berkontribusi dapat selalu dilakukan, tergantung kapasitas dan kapabilitasnya. Konteks kontribusi ini pun lebih konkret jika dikaitkan dengan ruang lingkup subjeknya. Apakah hanya ingin berkontribusi untuk suatu kelompok/golongan ataukah ingin berkontribusi dalam aspek dan cakupan yang lebih luas yaitu untuk negara ini, Indonesia. 

Cukup klise memang ketika harus berbicara mengenai kontribusi kita untuk Indonesia. Bagaimana kita melakukannya? Aspek sasarannya yang sebegitu luasnya, Contoh kontret bagaimana bentuk kontribusi itu, adalah beberapa hal yang bisa menggambarkan keruwetan dan ketidak jelasan alur dan tujuan ketika kita ingin berkontribusi di cakupan yang lebih luas, Indonesia. Tapi bukan berarti tidak mungkin.

Namun apapun itu, yang ingin saya katakan disini adalah berkontribusi bukanlah sebuah gagasan atau wacana yang disusun sedemikian rupa dengan mempertimbangkan puls-minusnya tapi kemudian tanpa adanya sebuah tindakan yang membarenginya. Berkontribusi adalah bagaimana kita bisa melakukan, bukan bagaimana kita bisa mewacanakan.

Ada banyak hal dari berbagai aspek di Negeri ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Termasuk hal-hal yang mendasarinya mengapa aspek itu perlu diperhatikan baik karena kurangnya perhatian pemerintah maupun karena kurangnya perhatian masyarakat sekitar itu sendiri. Disanalah kontribusi itu dibutuhkan.

Sebut saja bagaimana kurangnya perhatian kita terhadap Anak berkebutuhan khusus (ABK), kepedulian terhadap anak-anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya. Walaupun ABK kerap kali didefinisikan sebagai anak yang selalu menunjukan ketidak mampuan mental, emosi atau fisik. Mereka bukan anak-anak yang berbeda mereka hanya memiliki karakteristik khusus yang terkadang untuk melakukan aktifitas sehari-hari bantuan pihak lain lebih dari kebutuhan anak-anak pada umumnya.

Menilik Harapan yang Mungkin Masih Bisa di Perjuangkan - Pendidikan!

  • 0
Ini adalah cerita mengenai pendidikan. Cerita mengenai sekelumit semangat dibalik segala keterbatasan fasilitas dan hal lain yang seakan menggradasi pendidikan di daerah saya. Andrea Hirata boleh saja bercerita mengenai sosok lintang dan semua teman laskar pelanginya yang mengajarkan mengenai makna semangat yang sebenarnya dalam menuntut ilmu di daerah pedalaman Belitong. Anies Baswedan bolehlah bercerita mengenai gerakan Indonesia mengajarnya yang bertujuan untuk mendorong usaha dalam mencerdaskan bangsa di Indonesia. Dan tentu boleh saja saya bercerita mengenai semangat melanjutkan pendidikan tinggi yang dimiliki teman-teman dari daerah saya yang saat ini mungkin sedang dilanda kerisauan hati untuk melanjutkan pendidikannya.

Ini adalah misi kami, misi rekan-rekan Ikatan Mahasiswa Bojonegoro – Yogyakarta yang berusaha “membangkitkan” motivasi teman-teman murid kelas 12 disekolah-sekolah menengah atas di Bojonegoro untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ya, cukup melanjutkan pendidikan tinggi. Tanpa tendensi dan penekanan untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi manapun, lebih-lebih ke PTN Favorit. Harapan yang sangat sederhana melihat segala hal kami rasa masih bisa diperjuangkan. Masih.


Mungkin menemukan teman-teman yang memiliki semangat belajar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kota-kota besar bak mencari belalang merah muda dalam hijaunya rerumputan yang kerap beberapa kali ditemukan di Osaka, Jepang. Mudah. Namun, lain daerah juga lain ceritanya.

Objektif (?)

  • 0
Objektif? Bagi saya tidak ada istilah seperti itu.

Yang ada hanya pemikiran atau gagasan subjektif seseorang yang mencoba bersikap objektif.

Tidak ada istilah Objektif untuk hal-hal yang walaupun itu memang dianggap objektif.

Lha wong dia menggunakan dasar argumen saja berdasarkan otak dia, gitu kok dibilang objektif.

Ketika otak sudah berpendapat yang nantinya dimunculkan menjadi sebuah gagasan, otak seketika itu juga akan dipengaruhi emosi, emosi dari masing-masing pribadi. Segala mekanisme pengambilan keputusan yang terjadi di otak tidak lepas dari emosi masing-masing orang. Emosi tidak lepas dari karakter pribadi seseorang yang mendasari cara pandang dan tingkah laku.

Pernah mendengar kalimat seperti berikut?

"Mari kita berfikir secara objektif"

Siapa yang berfikir? Kita? kata “kita” tersebut sudah jelas-jelas bertindak sebagai pelaku atau yang dikenai objek, bagaimana istilah seperti itu akan membawa sebuah gagasan objektif?

# Pahit Manis Jogjakarta

  • 0

Haha..ini ceritaku dari kota Keraton Jogjakarta beberapa hari yang lalu, ceritaku bareng 6 pejantan tanggung (oji', fatkhur, yoga, cendi, noval, wadid) yang alhamdulillah dari kesemuanya tidak mengalami cacat pada "titit"nya. #Pahit Manis Jogjakarta, entah dari segi mana untuk mengartikan kata pahit dari judul tersebut, entah aku juga masih bingung.

Banyak hal lah yang kita lakukan, mulai dari hal wajar yang dilakukan para musafir, sampai hal yang sangat tabu yang dilakukan oleh para banci jogjakarta. Kita sempet melakukan observasi budaya, wisata religi, bahkan wisata purba untuk daerah yang kami singgahi.

Dari hasil data kita untuk beberapa hari disana, cukup untuk membuktikan pada kita bahwa kota jogjakarta tidak sepenuhnya seperti apa yang terdapat dalam buku cerita legenda! Tukang Parkir menempati urutan 1 untuk tokoh masyarakat jogjakarta paling bajingan.

Kalo mungkin dari anda masih percaya bahwa kota jogjakarta digambarkan dengan begitu indahnya dalam buku cerita legenda, saya bisa mengatakan anda bodoh! atau mungkin mengalami sedikit cacat pada jaringan syaraf otak anda.

Ohya satu lagi Kita juga sempet ketemu bang Butet Kertarejasa lhooo..! :D


Kita bagilah Foto2nya...

Usaha Sama dengan nol

  • 0
Eh ternyata sudah mulai hilang ya. Saya sudah tidak bisa apa-apa lagi, semuanya mengenai hati anda bukan mengenai hati saya.

Saya masih ingat dulu, manis ya. ah semua itu bukan masalah awal tapi masalah akhir. Percuma kalo awalnya manis belakang-belakangnya juga sepet.

Percuma saya coba menghilangkan dia tapi ujung-ujungnya juga saya yang hilang. Kalo seandainya usaha saya sama dengan nol sepertu ketika kita mendorong tembok kalo anda pernah belajar Fisika kelas 2 SMA itu biasa disebut saya tidak melakukan usaha apa-apa (Usaha sama dengan nol).



Sebatas jika "Hati" anda tidak cacat!

  • 0
Unik memang ketika melihat seseorang dengan seriusnya mengingat sebuah hal yang jujur itu sangat sepele!. atau mungkin tidak hanya mengingat tapi mengagungkan ataupun membuat sebuah hal itu serasa prestisius untuk dispesialkan.

mengingat membanggakan dan mengagungkan, ya seperti itulah ketika orang itu melewatkan sesuatu dengan orang yang memiliki nilai lebih dari 10 nilai tambah, yang katanya membuat dunia ini lebih indah lah, membuat semuanya bahagialah, atau apalah. 

Ya persis ketika anda

Dua ini kekurangan yang sulit saya tolerir!

  • 0

Yah saya capek untuk kesekian kalinya dengan segala kekurangan saya!:D. Capek karena saya sulit buat memperbaikinya. Bukan karena saya kurang bersyukur. Saya itu orangnya cuek, dan pelupa.

Untuk dua hal tersebut tidak bisa ditolerir lagi. Selain hal-hal buruk lain yang menjadi kekurangan saya seperti contohnya saya kurang tampan, kurang tinggi, kurang dan kurang lainnya. Tapi itulah takdir kawan, itulah yang diberikan oleh tuhan dan saya tidak pernah mengingkari kekurangan itu.

Mari kita bahas untuk hal pertama dulu.

ANDA BODOH!!

  • 2
Saya INGIN tanya kepada ANDA yang ketika PULANG sekolah akan TIDUR lelap ditempat tidur anda!

Saya INGIN tanya kepada ANDA yang hanya MENGIKUTI dan MENELAN mentah-mentah semua aturan yang diberikan!

Saya INGIN tanya kepada ANDA yang BERGELUT setiap saat dengan BUKU dan LAPTOP kalian!

Saya INGIN tanya kepada ANDA yang mempunyai HIDUP DATAR tanpa ada masalah!

Saya INGIN tanya kepada ANDA yang bisa BERSEKOLAH TENANG tanpa memikirkan TANGGUNG JAWAB lebih!


SAYA INGIN TANYA! APA ANDA TIDAK BOSAN DENGAN SEMUA ITU?

Saya Sutradara?!

  • 0

Saya Sutradara!

Hai anda tau saya  ingin menjadi sutradara. Sutradara untuk hidup saya sendiri. Saya ingin membuat sebuah plot hidup saya, semuanya. Alur, latar, tokoh, semuanya adalah yang akan membuat saya sebagai seorang  tidak tahu apa-apa mengenai anda dan masa lalu anda.

Saya ingin membuat alur serinci mungkin sehingga saya tidak pernah berkenalan dengan anda, saya tidak pernah berharap lebih untuk anda, saya bukan siapa-siapa anda, oh maaf saya memang bukan siapa-siapa anda.

Dear..

  • 0
ANDA TAHU SAYA INI BINGUNG JADI MOHON MENGERTI POSISI SAYA!!

November

  • 0
Mau cerita soal november kali ini, november paling “blaster” dah rasanya. Banyak hal yang udah tak laluin sampek saya nulis ini. Sedikit pengalaman berharga saya dapatkan pada november kali ini, bolehlah kalo saya sebut ini november paling indah, paling gokil paling gila, dan paling..paling…lainnya.

Kita Masih dan akan tetap satu kawan!!
Pemilihan ketua osis tanggal 4 November lalu yang buat hidup ini hampir nga’ ketata, bukan soal karena ambisi buat jadi ketua kawan. Namun, rasa malu dan tantangan bagi saya berdiri di depan 800 hidung anak Man 3 Malang. Jadinya kan naluri normal manusia -nga’ mau kelihatan jelek,dan memalukan- hal itu juga yang terjadi pada saya. Beberapa hari sebelum hari H kepikiran terus wes poko’e di otak, gimana poko’nya saya nda’ terlihat memalukan. Itu saja cukup!! Tidak lebih.

Pelajaran Sekolah?nda’ sempat dah kepikir.biar sana lepas nanti kan bisa nysul atau remidi hehehe. Yang penting bagaimana untuk hari kamis tanggal 4 tersebut.

Visi Misi? Apa itu? Suruh nyiapin visi misi untuk orasi!! yang mana saya tidak mengetahui apa itu visi dan apa itu misi kawan. Terbesit sejenak buat nyamain visi misi saya ini dengan visi misi Man 3 Malang yang jelas-jelas di ukir didepan ruang guru –tapi ya gak mungkin lah, udah banyak yang tahu-, Atau pun resiko lainnya yang ekstrem bisa dikeluarin dari sekolah gara-gara niru hak cipta orang lain.-hah cuman hayalan-

Persiapan untuk hal ini yang buat otak udah nda’ pindah ke dengkul saya lagi akan tetapi udah mulai berangsur-angsur turun mau gantiin tempatnya mata kaki saya.

Jedier, pada waktu hari H bingung sudah, sekali lagi ini bukan masalah ambisi namun masalah harga diri, hehehe.


Jujur saya adalah yang tertampan diantara ke-3 kandidat yang ada, yang jelas itu karena hanya saya cowok yang ada dari ke tiga kandidat. Kandidat pertama saya, kedua mmbak cantik dahlia, ketiga orang aneh aji nur afifah alias apik.
Yuda Anadarp
Dahlia arikha
Aji nur afifah alias Apik

******
Adem panas, bingung, kacau wes poko’nya setelah saya selesai ngejalani sesi orasi dan tanya jawab. Nda’ tau mau ngomong apa…hanya kepikiran apakah yang saya omongkan waktu orasi tadi tidak memalukan? Sekali lagi kembali kepada urusan harga diri hehe….

But, everything is enough saya dapat ngejalaninnya, ya semua berkat teman-teman, buat Apik, Dass, Fia anak AGAPATIG, anak 11 IPA semua wes poko’nya. Saya menjadi diri sendiri pada waktu itu, dan saya puas tidak menjadi seorang pengecut!!!

Jujur saya itu pengecut, saya tidak berani menjalani sesuatu tanpa bantuan orang lain. Kadang saya lebih enjoy jika berjalan dibelakang seseorang untuk menutupi kebodohan, ke bobrokan diri saya!! Begitulah saya.

AddThis Smart Layers

Back to Top