Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa. Tampilkan semua postingan

Catatan Parsial Tips Lolos Beasiswa (Part-1: Kelengkapan Awal)

  • 0
Sedari awal niatan ini muncul saya masih gamang nilai kebermanfaatan catatan ini. Terlebih catatan ini bukan dibangun atas dasar proses metode riset yang sangat rigid secara bertahun-tahun. Ini hanya ulasan parsial Saya atas pengalaman selama mengikuti proses seleksi penerimaan beasiswa beberapa lembaga donor.

Hampir setiap lembaga donor tidak selalu memiliki kesamaan dalam hal metode penerimaan. Perbedaan mendasar ini biasa terletak dari jenis tes apa saja yang harus dilewati.

Saya menyadari bahwa tiap lembaga donor akan mensyaratkan metode sesuai kebutuhan masing-masing dari mereka. Kesadaran tersebut membawa saya untuk hanya mengulas dalam catatan ini beberapa metode umum yang seringkali ada dalam frekuensi cukup tinggi pada proses penerimaan seperti halnya Wawancara, Focus Grup Discussion (FGD), dan menulis esai administratif awal.

Kelengkapan Berkas Awal
Tapi jauh sebelum itu, sependek yang saya bisa ketahui, menyiapkan berkas administratif awal adalah hal mendasar untuk kita bisa lebih jauh mengikuti serangkaian proses seleksi penerimaan. Artinya, requirement yang disaratkan oleh lembaga donor harus mampu kita penuhi. Berkas-berkas administraif semisal isian formulir, fotocopy identitas, hingga surat rekomendasi harus mampu kita lengkapi untuk kemudian kita kumpul sebagai syarat awal pendaftaran. Memastikan kelengkapan berkas adalah hal penting dalam proses ini. Ketidaklengkapan berkas akan membuat penyeleksi akan menggugurkan secara langsung tanpa melihat berkas kita secara utuh. Pertimbangan ini biasa diambil mengingat jumlah pendaftar yang biasanya mencapai ribuan.

Dan membuang berkas yang tidak lengkap sama saja dengan membuang pendaftar-pendaftar yang tidak memiliki kesungguhan niat untuk melakukan proses seleksi.

Kesempatan Menjadi Bagian dari Penerima Beasiswa Karya Salemba Empat

  • 0
Alhamdulillah Allah SWT telah mengijinkan saya untuk menjadi bagian dari penerima beasiswa [Karya Salemba Empat], dan ini adalah kado terbaik yang diberikan-Nya di awal semster ini. Semoga beasiswa ini
menjadi barokah untuk setiap nominal yang saya keluarkannya.

Saya juga ingin sedikit berbagi tulisan saya yang sempat dijadikan prasyarat untuk pengajuan beasiswa ini. Semoga ini bisa mewakili semua pertanyaan kenapa saya harus mengajukan beasiswa ini.

Selamat malam dan mari kita tenun asa untuk masa depan kita dan bangsa ini, karena cerita dan sejarah ini belum berakhir!
 
Ini Jalan Saya untuk Sekadar Memperjuangkan Asa untuk Bangsa Ini
Oleh: Muhamad Yuda Pradana
Banyak yang bilang bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami serangan penyakit. Ibarat manusia, Indonesia mungkin sedang mengalami sejenis penyakit kanker atau jantung yang terkenal mematikan. Semakin lama semakin mengganas. Mungkin akibat dari penyakit yang diderita sudah terlanjur kronis, bahkan hanya untuk sekedar membuka mulut menunjukkan taringnya pun bangsa ini tidak mampu. Dampaknya, bangsa ini terkesan lamban untuk bergerak, dan sulit untuk menjadi bangsa yang mandiri. Namun setiap penyakit selalu ada obat dan jalan keluarnya, bagaimanapun juga optimisme harus selalu dibangun mengingat semua potensi yang dimiliki bangsa ini belum dikelola secara optimal. Optimisme tidak harus realistis, hanya perlu distimulus setiap saat untuk membangkitkan gairah dan harapan bagi bangsa ini agar menjadi lebih baik.
Sektor pangan adalah bagian paling kompleks bangsa ini jika dilihat dari aspek masalah dan peluang dalam sumbangsihnya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini. Karena bangsa ini dihadapkan dengan sekitar 240 juta penduduk yang menuntut untuk terpenuhi kebutuhan pangan tiap harinya. Pemenuhan akan kebutuhan pangan menjadi aspek yang selalu menjadi sorotan dalam setiap rencana pembangunan pemerintah. Ketahanan pangan, istilahnya seperti itu. Peternakan adalah subsektor pertanian yang memegang peran penting dalam pengembangan ketahanan pangan bagi bangsa ini. Dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani, dapat dikembangkan peternakan dengan sistem integerated farming dengan sektor pertanian.
Berangkat dari isu pangan tersebut saya ingin mencoba membawa sebuah asa untuk bangsa ini. Sebuah asa guna mencoba sedikit demi sedikit mengobati bagian-bagian tubuh bangsa ini yang mengalami luka. Dengan semangat untuk memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di bidang peternakan, Fakultas Peternakan UGM adalah pilihan dan sebuah langkah awal saya untuk membangun optimisme bagi bangsa ini. Membangun bangsa dari sektor pangan. Klise memang harapan yang saya tuturkan, tapi itulah harapan. Harapan yang coba saya wujudkan lewat almamater ini dengan segenap potensi yang dimiliki bangsa ini.
Bercerita mengenai keluarga saya, sebenarnya latar belakang keluarga saya tergolong keluarga yang mampu dari segi ekonomi untuk sekadar menghidupi dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari kami. Bahkan dengan tambahan beban tanggungan keluarga adik dari ibu yang harus ikut “numpang” akibat sudah tidak adanya tulang punggung keluarganya pun keluarga saya seakan tidak merisaukannya, mungkin karena memang bukan dianggap sebagai beban. Puncaknya sampai-sampai dengan biaya uang pangkal tertinggi untuk masuk perguruan tinggi yang harus saya bayarpun kami akhirnya tawadhu tanpa sedikitpun penolakan. Walaupun hal tersebut terjadi akibat kesalahan saya pada saat input data penghasilan orang tua saya. Kondisi seperti itulah yang membuat istilah beasiswa begitu tabu untuk kami, tabu karena istilah tersebut terkadang erat kaitannya dengan masalah ekonomi. Sehingga tidak pernah terbersit asa sedikitpun untuk sekadar apply beasiswa. Bukan dengan dasar kesombongan namun lebih mengenai menghargai hak orang lain yang lebih membutuhkan. Itu prinsip yang selalu coba keluarga kami usung.

AddThis Smart Layers

Back to Top