Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peternakan. Tampilkan semua postingan

Obrolan bersama mahasiswa Fakultas Pertanian UNS

  • 0
Tempo hari lalu saya berkesempatan untuk singgah ke Solo. Bertegur sapa dan berdiskusi dengan teman-teman di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Salah satu hal yang saya akan terus nikmati adalah ketika berbincang tentang tetek bengek peternakan. Dan bersama teman-teman dengan latar belakang keilmuan yang sama, selalu saya temukan perbincangan ini. Mengalir, menggebu, dan penuh emosi.

Di setiap kesempatan saya menjadi pemantik diskusi, saya selalu membuka dan membawa kesemua yang saya sampaikan dalam kerangka gagasan skeptis. Mencoba selalu menggali sisi-sisi terburuk. Menemukan borok. Meluapkan caci. Untuk kemudian merenunginya bersama dan mencoba berfikir titik temu dari setiap permasalahannya. Karena kedepan bagaimanapun juga tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan itu akan hadir pada setiap dari kita. Dan sampai saat itu tiba, ada masa yang panjang untuk menyiapkan diri.

***
Terimakasih atas kesempatan yang temen-temen HMP Appalosa (Himpunan Mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNS) dan BEM Fakultas Pertanian UNS atas kesempatannya. Semoga lain waktu kita bisa bertemu kembali, untuk sekadar berbincang atau bahkan untuk saling bahu membahu mengambil peran.


Poster publikasi kegiatan via akun Himpunan Mahasiswa Peternakan Fakultas Pertanian UNS


Suasana Diskusi di Fakultas Pertanian UNS

Pengabdian di Keerom, Papua.

  • 0
Ini kali pertama saya ke tanah Papua dalam hidup saya. Tuhan telah membawa dan membingkai perjalanan saya ke Kabupaten Keerom ini dengan sangatlah manis.

Kabupaten Keerom merupakan daerah hasil pemerkaran dari Kabupaten Jayapura. Secara geografis berbatasan langsung dan berada memanjang di daerah perbatasan Republik Indonesia dengan Negara Papua New Guinea (PNG).

Agenda Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang membawa saya untuk singgah selama 49 hari disana. Tidak cukup lama. Tapi saya pikir pengayaan batin yang saya dapat sepanjang saya disana sangatlah luar biasa.

Akulturasi antara orang lokal dengan para transmigran yang mulai hadir tahun '80an dari berbagai daerah di Indonesia membawa saya untuk bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat yang cukup plural dan majemuk. Bingkai kebhinekaan baru kemudian saya dapat rasakan dengan sungguh ditempat ini.

Menjadi momen yang lebih luar biasa ketika ini menjadi kesempatan bagi saya dan teman-teman untuk terjun, berinteraksi, dan mengaplikasikan apa-apa yang kami tahu dan pelajari ke masyarakat dalam kapasitas kami sebagai mahasiswa. Terlebih untuk saya dengan latar belakang sektor peternakan. Dari sedikit yang telah kami berikan, kami berharap akan ada dampak manfaatnya.

Kedepan, dengan potensi luas lahan umbaran yang didominasi kepemilikan 0,5-2 ha untuk masing-masing individu peternak, ketersediaan pakan hijauan yang tinggi, dukungan ketersediaan pakan alternatif baik dari limbah hasil perkebunan kakao dan kelapa sawit, jumlah populasi belasan ribu ekor sapi, dan belum ditambah populasi hewan ternak lainnya, Kabupaten Keerom seakan memberi senyum dan harap tersendiri. Harap, untuk mampu membantu merajut terwujudnya doa kita bersama: peternakan yang berdaulat.
---
Untuk itu semua, dan hal-hal yang belum sempat saya tulis. Ada rindu yang saya rasa. Saat ini, dan entah sampai kapan.

Terselip haru dan sesak ketika perpisahan memberi jarak.

Saya menyadari bahwa kita telah berpisah dalam tatap, tapi tidak dalam do'a.


Yogyakarta, 18 Agustus 2016
dalam harap untuk bisa singgah kembali.


Melakukan pendampingan di masyarakat Kampung Arso 2
Bersama Kelompok Ternak

Salah jika merisaukan PPN terlalu dalam

  • 0
Pertama-tama saya ingin mengucapkan permohonan maaf saya yang mendalam ketika Anda menemui alur gagasan yang agak rumit dalam tulisan saya kali ini. Sejujurya saya sudah menghabiskan waktu berhari-hari hanya sekadar untuk membuat tulisan ini terlihat lebih sederhana dan memiliki alur yang mudah untuk di ikuti. Namun, berurusan dengan tata kelola perundangan-undangan, cukup sulit untuk membuatnya menjadi sederhana tanpa terlihat ‘parsial’. Oleh karenanya, saya mengharap kemakluman Anda sekalian atas hal tersebut.
Mengetahui bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 sudah di cabut atas instruksi Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution pada 22 Januari 2016 lalu (setelah sebelumnya di tetapkan pada 31 Desember 2015 dan mulai diberlakukan pada 8 Januari 2016) adalah hal mendasar yang harus dipahami sebelum jauh berbicara mengenai polemik dan dinamika Permenkeu tersebut. Ini sedikit banyak akan membantu framing berfikir kita agar lebih aktual dan komperhensif dalam melihat dan memahami duduk persoalan ini.

***
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2015 yang ditetapkan oleh Presiden per-tanggal 2 November 2015, pemerintah kemudian menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 267/PMK.010/2015 untuk menjelaskan pasal 1 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2015 yang menyatakan bahwa 
  • “Pasal 1 : (1) Barang Kena Pajak tertentu yang bersifat strategis yang atas impornya dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai meliputi:
    • d. ternak yang kriteria dan/atau rinciannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan setelah mendapat pertimbangan dari Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian;…”
Permenkeu Nomor 267/PMK.010/2015 yang terbit 31 Desember 2015 kemudian menjelaskan bahwa kriteria dan/atau rincian ternak yang di bebaskan dari pengenaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) adalah hanya ternak betina produktif baik asal impor maupun penyerahan dalam negeri. Inilah yang kemudian menjadi polemik dan menimbulkan riak sana-sini.

Tahap Review, Buku "Tak Usah Swasembada Daging dan Susu"

  • 0
Energi saya selama beberapa bulan terakhir habis untuk menyelesaikan buku ini. Saya berharap kelak lewat prespektif-prespektif yang coba kami hadirkan lewat buku ini, sedikit banyak membuka ruang-ruang diskusi dan kebaikan bagi kita bersama.

Proses revisi tulisan
Finishing Ilustrasi


Orapopo UGM, seng penting Peternakan!

  • 0
Semoga ada satu istiqomah yang selalu bisa kita lakukan, yaitu membuat kenangan bersama orang terdekat!
Karena Tuhan tidak pernah menghilangkan ingatan. Tuhan hanya menyimpannya, untuk kelak bisa dikenang dan ditertawakan bersama.
Ah, tapi mau jadi apa negara ini kelak jika generasi kami seperti ini?

AddThis Smart Layers

Back to Top