Tuhan itu satu, definisi kita saja yang berbeda!

  • 0
Terkadang sebuah cerita selalu dikisahkan dalam berbagai sudut pandang.

Termasuk bagaimana kisah mengenai adanya Nabi Isa ataupun kisah Nabi Nuh dengan banjir bandang dan bahtera agungnya. Cerita ini kemudian diyakini dengan tanggung jawab dan ploting cerita yang berbeda pada setiap sudut pandanya.

dan sudut pandang inilah yang kemudian melahirkan perbedaan.

Perbedaan yang tidak seyogyanya kemudian menjadi perpecahan.

Terkadang untuk hal yang paling mendasar dalam satu agama pun terjadi perbedaan.
Sebut saja ketika kita berbicara mengenai Islam sunni-syiah atau juga tentang sejarah munculnya Kristen protestan. 

Bahkan terhadap kombinasi huruf yang sama kemudian menyusun sebuah kata yang Homograf pun kita berbeda dalam hal pelafalan, dan definisi tentunya.

Setiap kisah selalu menyimpan secercah kebenaran. Hanya saja masalah kepentingan yang selalu membuat kebenaran itu bias

Saya sedang meyakini bahwa bagaimanapun juga hanya ada satu sumber dibalik itu semua, hanya mungkin proses dan kepentingan membuat pesan itu bias. Seperti halnya seorang guru yang menerangkan sesuatu hal kepada muridnya, kemudian didapati nilai ujian yang berbeda-beda terhadap masing masing siswa.

dan hal seperti itulah yang bagi saya kemudian menjadi alasan bagaimana muncul berbagai agama namun pada dasarnya memiliki konsep dasar yang sama.

Anda saya dan kita semua adalah orang yang sempat hidup setelah orang-orang terdahulu hidup. 
dan kita hidup dengan meniru orang-orang yang hidup sebelum kita, sebagian atau seluruhnya. 

dan yang sebagian itu adalah mengenai proses yang sedang saya jalani untuk menjadi pembelajar untuk berusaha meraih Tuhan dalam definisi saya.

"Bagaimanapun, bagi saya Tuhan sebenarnya satu. Hanya definisinya saja yang berbeda, berbeda berdasarkan kepentingan dan proses yang dijalaninya"

Posting Komentar

AddThis Smart Layers

Back to Top