Catatan Parsial Tips Lolos Beasiswa (Part-1: Kelengkapan Awal)

  • 0
Sedari awal niatan ini muncul saya masih gamang nilai kebermanfaatan catatan ini. Terlebih catatan ini bukan dibangun atas dasar proses metode riset yang sangat rigid secara bertahun-tahun. Ini hanya ulasan parsial Saya atas pengalaman selama mengikuti proses seleksi penerimaan beasiswa beberapa lembaga donor.

Hampir setiap lembaga donor tidak selalu memiliki kesamaan dalam hal metode penerimaan. Perbedaan mendasar ini biasa terletak dari jenis tes apa saja yang harus dilewati.

Saya menyadari bahwa tiap lembaga donor akan mensyaratkan metode sesuai kebutuhan masing-masing dari mereka. Kesadaran tersebut membawa saya untuk hanya mengulas dalam catatan ini beberapa metode umum yang seringkali ada dalam frekuensi cukup tinggi pada proses penerimaan seperti halnya Wawancara, Focus Grup Discussion (FGD), dan menulis esai administratif awal.

Kelengkapan Berkas Awal
Tapi jauh sebelum itu, sependek yang saya bisa ketahui, menyiapkan berkas administratif awal adalah hal mendasar untuk kita bisa lebih jauh mengikuti serangkaian proses seleksi penerimaan. Artinya, requirement yang disaratkan oleh lembaga donor harus mampu kita penuhi. Berkas-berkas administraif semisal isian formulir, fotocopy identitas, hingga surat rekomendasi harus mampu kita lengkapi untuk kemudian kita kumpul sebagai syarat awal pendaftaran. Memastikan kelengkapan berkas adalah hal penting dalam proses ini. Ketidaklengkapan berkas akan membuat penyeleksi akan menggugurkan secara langsung tanpa melihat berkas kita secara utuh. Pertimbangan ini biasa diambil mengingat jumlah pendaftar yang biasanya mencapai ribuan.

Dan membuang berkas yang tidak lengkap sama saja dengan membuang pendaftar-pendaftar yang tidak memiliki kesungguhan niat untuk melakukan proses seleksi.

Identitas Pribadi
Setiap isian berkas akan selalu mencantumkan identitas pribadi. Dimulai dari data-data mati semisal nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan seterusnya hingga narahubung pribadi baik berupa nomor telpon maupun akun-akun sosial media dan email. Bagian ini ikut menjadi catatan bagi saya, mengingat masih banyak teman yang mengabaikan hal ini. Pemakaian nama email atau akun-akun media sosial lain dengan tidak memakai identitas nama asli masih banyak digunakan.

Username yang kita gunakan sedikit banyak akan mewakili diri kita masing-masing. Jadi cara terbaik untuk menunjukkan keterwakilan kita dengan baik pula di username kita adalah dengan tetap menggunakan identitas nama asli. Memilih nama-nama alay dan menyulitkan artinya sama saja di titik yang sama kita sedang mencitrakan diri kita seperti hal tersebut.

Mengirim Email Berkas Beasiswa
Meski tidak semua mensyaratkan pengumpulan berkas menggu nakan email, saya rasa penting kiranya untuk juga saya mehighlight urusan ini. Kirimlah email sesopan dan seprofesional mungkin. Ada beberapa bagian penting yang kita tak boleh lewatkan.

  1. Judul email
    • Beri judul secara lugas, sesuai tujuan pengiriman, dan mencerminkan isian email yang dikirim. Apabila sudah terdapat format sesuaikan dengan itu.
  2. Salam pembuka
    • Beri salam pembuka, mention/sebut secara langsung pihak penanggung jawab tujuan email.
  3. Isi
    • Dalam kolom isi sampaikan maksud tujuan, dan apabila kamu melampirkan berkas dalam email, jangan lupa untuk memention/menyebtukan lampiran yang kamu kirimkan di bagian isi ini. Terkadang perlu juga untuk menyampaikan identitas pengirim secara singkat. Parameter singkat ini dibatasi hanya menyebutkan Nama dan Asal Institusi.
  4. Salam Penutup
  5. Signature Email
    • Memberikan signature pada email adalah salah satu bagian untuk membuat kita terlihat cukup profesional. Maka, jangan lupakan bagian ini. Cantumkan hal-hal yang sekiranya mewakili personality berupa aktifitas kegiatan yang pernah kita kerjakan dan ditambahkan informasi kontak untuk orang bisa menghubungi kita.
  6. Attachment/Lampiran Email
    • Pastikan berkas terlampirkan secara penuh dan jangan lupa ubah judul dokumen sesuai dengan nama dokumen yang kalian kirimkan. Jadi semisal kita melampirkan file scan gambar Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka pastikan bahwa nama file tersebut adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tidak muncul dengan kode gambar tersebut seperti misal IMG_121123.

Posting Komentar

AddThis Smart Layers

Back to Top