Prambanan Jazz Festival 2017: Review

  • 0
Tanpa terkecuali, tiket Prambanan Jazz Festival 2017 akhirnya masuk dalam daftar simpan saya. Tiket itu hadir dengan manisnya beberapa hari sebelum pertunjukkan hari ketiga.

This is one of my best moment di tahun ini. Menyaksikan pertunjukan konser epik berlatar belakang candi prambanan nan syahdu. Terlebih, ketika senja hadir dibalik panggung. Memotong langit biru, dengan memberi kesan jingga orange tepat diatas candi. Kesemuanya menjadi latar pertunjukan ini.

Menjadi lebih menarik karena kemudian di waktu bersamaan, Stars and Rabbit dengan imaginary popnya dan Payung Teduh dengan fusi folk and Jazznya menjadi pengisi suara di momen tersebut. What an amazing moment is it?.

Karena setiap momen baik dan indah bisa terus kita ciptakan. Memilih hadir untuk pertunjukan ditahun-tahun mendatang saya kira adalah pilihan tepat sebagai salah satu opsi menciptakan momen baik tiap fase hidup kita.

Tapi jauh dibalik itu. Ada kritik yang perlu kita angkat bersama. Sebagai perbaikan dan catatan penyelenggaraan-penyelenggaraan kedepan. Mungkin uraian saya akan sangat parsial dengan hanya hadirnya saya di hari ketiga pertunjukan. Akan tetapi dari yang sedikit ini semoga menjadi menjadi alasan untuk  teman-teman memilih hadir atau tidak di pertunjukan tahun-tahun mendatang.

Pertama, dalam framing pemilihan nama pertunjukan, saya termasuk dalam poros orang yang beranggapan bahwa ini bukanlah sepenuhnya konser dengan genre Jazz. Kita akan temukan keambivalenan antara nama dan kenyataan lapangan. Approaching ke arah Jazz yang dilakukan oleh penampil hampir tidak ada. Mereka akan melakukan perform dengan khas mereka tersendiri seakan mengabaikan embel nama Jazz dalam pertunjukan ini.

Kedua, disiplin waktu penyelenggaraan jauh dari kata baik. Kita akan temukan dilapangan rundown kegiatan meleset jauh dari yang direncanakan sepertihalnya publikasi awal. Semula penampil pertama harus play on jam 13.00 WIB, kita baru akan dapat menikmatinya pukul 16.00 WIB. Dengan alasan apapun keterlambatan dari rencana akan memberikan efek berganda. Entah itu pemotongan jumlah lagu penampilan, atau yang lebih parah adalah bentrok jadwal tampil di dua panggung berbeda.

Prambanan Jazz Festival 2017 seperti halnya ditahun sebelumnya selalu menghadirkan dua panggung berbeda dengan waktu dan line up artis yang berbeda. Panggung pertama adalah panggung festival dan yang kedua adalah special performance. Dari yang semestinya special performance akan tampil setelah seluruh rangkaian festival selesai, di lapangan kita akan menjumpai dua panggung ini akan bermain di waktu yang sama. Ini kerugian bagi teman-teman yang memilih untuk membeli tiket double di festival dan special performance. Dia tidak bisa menikmati pertunjukan di festival secara penuh sesuai dengan besaran nominal penuh yang dia bayarkan untuk membeli tiket festival.

Tapi sekali lagi, apresiasi yang setinggi tingginya tetap harus kita berikan kepada pihak penyelenggara. Momen indah nan syahdu ini tidak mungkin akan hadir kepada saya tanpa effort keras mereka. Saya memilih hadir dan menikmati segala hal luat biasa yang dihadirkan oleh penyelenggara berikut dengan paket kekurangannya. Saya menikmati itu dan menyaksikan hal serupa seakan jadi candu tersendiri.

NB: Nanti saya susulkan file gambar moment-moment disepanjang pertunjukan. Sayangnya file masih tidak ditangan saya.
Posting Komentar

AddThis Smart Layers

Back to Top