Senyum, malulah pada Nabi Ayyub As

  • 0
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang Allah selalu memberi ruang-ruang kemudahan bagi saya untuk apapun yang saya azamkan.
Kali ini, mungkin waktunya untuk saya merasakan sulit. Karena di setiap sulit, Allah seakan selalu ingin memberi pelajaran bagi saya akan syukur dan introspeksi (lagi).

Alangkah kurang ajarnya ketika saya harus mengeluh atas apa yang Allah timpakan saat ini dengan tidak berkaca pada kesabaran Nabi Ayyub As.

Ujian yang Allah timpakan pada saya, lewat nikmat-nikmat yang "tertundakan", tidak ada apa apanya dengan apa yang Nabi Ayyub As rasakan lewat 7 tahun penyakit yang di derita, lewat hilangnya harta benda dan sanak famili, atau perkara-perkara lain yang tak semua orang akan sanggup untuk memikul bebannya.

Nabi Ayyub As memberi tuntunan yang luar biasa lewat kesabarnya, tetap kokoh tak bergeming dengan imannya.

Nabi Ayyub As menjadi salah satu contoh pelajaran untuk tetap lurus dalam niat menghamba pada-Mu.

Maka, seperti halnya apa yang dituntunkan dan dicontohkan Nabi Ayyub As,

Hamba memohon ya Rabb, jangan kau jadikan hamba lalim dan angkuh atas takdir yang sedang dan akan hadir pada hamba saat ini dan kedepannya. Seberat dan sesulit apapun takdir itu.

Hamba memohon ya Rabb, semoga engkau bariskan hamba dalam barisan orang-orang yang selalu ber-prasangka baik dan berserah diri atas takdir yang sedang dan akan Kau timpakan.

Kalau-kalau setelah ini beribadahnya hamba hanya karena takut akan hilangnya nikmat yang Kau berikan. Semoga engkau selalu luruskan niat hamba.

Yaa muqallibal quluub. tsabbit qalbii ‘alaa diinik wa ta'atik..
Posting Komentar

AddThis Smart Layers

Back to Top