(Bukan) Analisis Mengenai Debat Capres #1

  • 0
           Ini bukan analisis. Tulisan ini hanya bersifat argument dan bahkan akan ditemui banyak sisi prematur didalamnya. Tidak bermaksud mengevaluasi, hanya ingin berbagi pandang. Tulisan ini akan banyak memarginalkan substansi, dan mencoba untuk banyak melihat dari segi teknis dan tindakan. Mengenai isi debat malam ini tampaknya semua bisa menilai. Tapi mungkin ada beberapa hal yang ingin coba saya pribadi bagi,dengan catatan bahwa terlalu parsial bagi saya ketika pilihan dijatuhkan atas apa yang terjadi pada malam ini saja.

  1. Ajining rogo soko busono. Identitas dan gagasan apa yang ingin dibawa oleh kedua pasangan terlihat dengan busana apa yang mereka pilih. Prabowo-Hatta menonjolkan warna putih dengan peci hitamnya. Mereka ingin menitipkan pesan bahwa ini pribadi kami, yang ingin selalu kembali pada sisi religius. Jokowi-JK seakan mencoba berkata lewat busananya bahwa mereka adalah pasangan paling moderat, paling plural, dan semestinya bisa diterima oleh semua kalangan. Artinya perang ideologi sedang terjadi di pemilihan presiden tahun ini, dari dua kutub yang berbeda. Menarik.
  2. Pasangan Jokowi-JK seakan tau apa yang dia perbuat ketika berada dimedan laga. Mereka melakukan serangan dan mencoba bertahan dengan konsistensi. Prabowo-Hatta melakukan beberapa kecerobohan dengan secara tidak langsung membenarkan dan menyepakati apa yang disampaikan lawan debatnya. Ini sedang berdebat untuk menyampaikan gagasan, bukan sedang bermusyawarah mufakat.
  3. Prabowo di beberapa sesi khususnya ketika berbicara mengenai HAM membawakan gagasannya dengan emosi. Emosi bukan berarti marah, namun seakan ingin mencoba menceritakan sesuatu yang tidak diketahui masyarakat tentang dirinya. Namun, pada malam ini Prabowo gagal meyampaikan pesan itu. Hanya emosi yang kemudian keluar. Bukan gagasan jernih atau ide-ide besar membangun bangsa ini.
  4. Jawaban-jawaban Prabowo-Hatta seakan masih berada pada tataran normatif sedangkan jawaban Jokowi-JK ingin membuktikan bahwa secara operasional mereka lebih tau dari lawan pasangannya. Oleh karenanya disetiap sesi, Jokowi-JK selalu mengatakan "bahwa kami telah berbuat" (dan apa yang sudah kalian perbuat?).
  5. Prabowo terkesan kurang dalam melakukan pembagian tugas dalam menanggapi pertanyaan. Ego dari Prabowo masih tinggi atau bahkan lebih terlihat selalu ingin membuktikan otoritasnya. Jiwa prajurit masih begitu melekat kental.
  6. Hatta Rajasan dan Jusuf Kalla menunjukkan kapabilitas mereka sebagai orang-orang yang pernah atau sedang berada di dalam pemerintahan. Mereka menutupi jawaban-jawaban pasangan mereka secara lebih cerdas dan kongkrit.
  7. Diakhir sesi, dengan rasa percaya diri Jokowi-JK langsung mendatangi moderator dan pasangan Prabowo-Hatta untuk berjabat tangan. Mereka seolah ingin berkata bahwa malam ini adalah milik kami. Namun, mungkin memang malam ini benar-benar milik pasangan Jokowi-JK dan simpatisan mereka.

           Debat malam ini bukan gambaran utuh dari pribadi dan gagasan kedua pasangan calon. Jangan terlalu parsial memandang mereka hanya lewat debat malam ini saja. Mari beri pertimbangan secara objektif dan secara utuh dari berbagai sudut pandang.
Posting Komentar

AddThis Smart Layers

Back to Top